“Pada mulanya adalah Sabda dan Sabda itu bersama-sama dengan Allah dan Sabda itu adalah Allah, DIA pada mulanya bersama-sama dengan Allah, saat itu Sang Sabda menciptakan bumi dan segala isinya hingga pada hari ke enam Sang Sabda menciptakan manusia dari debu abu lalu meniupkan Roh-Nya agar manusia itu hidup dan diberi nama Adam yang berarti bumi juga berarti manusia ciptaan Allah yang pertama yang sangat sempurna.”
Berabad-abad kemudian, Allah memutuskan untuk hidup bersama-sama dengan yang diciptakan dan berkomunikasi antara Sang Pencipta dengan yang diciptakan-Nya. Maka, diutuslah Malaikat Gabriel kepada seorang perawan yang amat suci dan tidak bernoda, yang kita semua tahu adalah Bunda Maria. Dari sang perawan inilah Allah meminta Maria sebagai sarana atau alat keselamatan bagi umat manusia yang akhirnya lahir dan dinamakan Yesus seperti yang telah dinubuatkan oleh Nabi Yesaya bahwa ada seorang anak dara yang akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan dinamakan Imanuel yang artinya Allah menyertai kita.
Saya melihat disini ada dua sosok manusia yang mendasari permulaan bangsa manusia, yaitu Adam dan Yesus yang juga disebut Kristus, Dua orang yang sama dalam rangkaian tubuhnya tetapi tidak sama jasa-jasanya, sungguh sama dalam bentuk susunan tubuhnya, tetapi sama sekali berlainan tentang asal mulanya. Adam yang pertama menjadi makhluk hidup sedangkan Adam yang kedua adalah Roh pemberi hidup.
Adam yang pertama diciptakan oleh Yang Terakhir dan daripada-Nya diperoleh jiwa untuk hidup, Dia tidak mengharapkan hidup dari orang lain tetapi Dia sendiri memberi hidup kepada kita semua karena Dia sendirilah Sang Hidup. Adam yang pertama dibentuk dari debu kotor di bumi, tetapi Adam yang kedua berasal dari rahim mulia sang perawan suci, pada Adam pertama tanah dijadikan daging dan Yang Terakhir daging diangkat menjadi Allah.
Adam Yang Terakhir ketika membentuk Adam yang pertama meletakkan citra-Nya pada dia, maka ia mengambil peranannya dan menerima namanya agar yang dibuat menurut gambaran-Nya jangan sampai menemui kebijaksanaan. Jadi disini ada Adam yang pertama dan Adam yang terakhir, yang pertama ada permulaannya dan yang terakhir tidak ada kesudahannya. Sebab Yang Terakhir ini sebetulnya adalah yang pertama, seperti pernah dikatakan-Nya, “Aku adalah ALPHA (yang awal) dan OMEGA (yang akhir).”
Menurut Kitab Suci, yang pertama itu bukan yang rohani melainkan yang jasmani kemudian baru yang rohani, memang bumi itu mendahului buahnya tetapi bumi tidak berharga dibanding buahnya. Bumi memerlukan keluhan-keluhan dan jerih payah sedangkan buah memberi manfaat dan hidup. Ada tertulis: “Salah satu buah kandunganmu akan Kutempatkan diatas takhta-Ku.”
Setelah kita semua dilahirkan menurut gambar Allah, marilah kita membawakan gambar Sang Pencipta kita yang utuh dan sempurna, bukan untuk membawa Kemuliaan sebab Kemuliaan hanya DIA yang memiliki, tetapi membawa keadaan yang tanpa salah, sederhana, lemah lembut, sabar, rendah hati, belas kasih, dan bersatu hati dimana DIA menjadi nyata bersatu dengan kita.
SELAMAT MERAYAKAN KEDATANGAN SANG KRISTUS