cover

Almaty, Dari Sana Apel Berasal (Bagian 1)

Beranda

Almaty, Dari Sana Apel Berasal (Bagian 1)

Almaty, Dari Sana Apel Berasal (Bagian 1)

Risal Wiratanya

25 April 2025

Keren. Demikian kesan penulis ketika mendarat di Bandara Internasional Almaty di Kazakhstan, setelah penerbangan satu setengah jam dari Tashkent, Uzbekistan. Atap bandaranya melengkung bergaya modern, interiornya megah, dan para petugas imigrasi jauh lebih ramah dibandingkan petugas di Tashkent yang super kaku seperti robot. Seorang petugas yang sedang berjaga menanyakan asal saya, lalu tersenyum setelah mendengar jawaban ”Indonesia” (dia kira saya dari Malaysia).
Dari bandara ke pusat kota biasanya memakan waktu 40 menitan dan lebih baik jika naik taksi resmi Blue Sky dengan tarif flat 7.000 Tenge (baca: tenj) atau kurang-lebih Rp 210.000. Pengemudi taksi listriknya orang Uighur, Tiongkok. Gaya mengemudinya seperti pembalap Formula 1, tetapi masih dalam koridor aman. Asal tahu saja, pengemudi dan penumpang di Almaty dan Tashkent tidak ada yang mengenakan sabuk pengaman! 
Kazakhstan merupakan negara pecahan Uni Soviet yang bubar tahun 1991. Secara geografis, Kazakhstan berada di Asia Tengah, tetapi sesungguhnya memiliki wilayah dari Eropa Timur sampai perbatasan Tiongkok. Kazakhstan adalah negara terluas ke-9 di dunia dengan latar belakang budaya nomaden dan padang rumput. 
Almaty adalah kota terbesar dengan lanskap pegunungan bersalju yang indah. Meskipun sudah tidak berstatus ibu kota, Almaty masih dijuluki “ibu kota selatan” (karena ibu kota Astana berada di utara). Tata ruangnya merupakan campuran antara gaya Uni Soviet: jalan-jalan lebar, gedung opera, hotel bertingkat yang megah, dan taman-taman terbuka dengan pepohonan yang rindang, serta berbagai bangunan bertingkat modern yang diisi waralaba internasional seperti Starbucks, KFC, Burger King, dan McD (di sana berganti nama menjadi “I’m”). Masyarakat Almaty–meskipun jarang yang mampu berbahasa Inggris–terkenal friendly dan ramah. Senyum dan ucapan terima kasih dari kasir swalayan atau pelayan restoran adalah hal yang lumrah di sana.
Pepohonan di tepi jalan Almaty. (Dok Pribadi) (Risal Wiratanya)

Pepohonan di tepi jalan Almaty. (Dok Pribadi) (Risal Wiratanya)

Kalau mau belanja yang murah, pergilah ke Green Bazaar. Di sana terdapat berbagai jenis makanan, sayuran, daging, pakaian, buku, dan masih banyak lagi. Situasinya seperti Pasar Tanah Abang: kios bertebaran di luar bazar, harganya miring, dan cukup crowded. Maka,  berhati-hatilah terhadap copet!
Green Bazaar, Pasar Tanah Abang-nya Almaty. (Dok Pribadi) (Risal Wiratanya)

Green Bazaar, Pasar Tanah Abang-nya Almaty. (Dok Pribadi) (Risal Wiratanya)

Taman yang paling luas di Almaty adalah Panfilov Park yang diperuntukkan bagi 28 prajurit yang tewas saat mempertahankan Kota Moskwa dalam perang dunia kedua. Panfilov sendiri adalah nama jenderal yang memimpin pasukan tersebut. 
Di tengah taman itu, berdiri Katedral Ortodoks Holy Ascension atau yang lebih dikenal sebagai Katedral Zenkov. Katedral megah setinggi 56 meter ini terbuat dari kayu tanpa menggunakan paku. Interiornya dihiasi berbagai ikon dan lukisan dinding. Di samping katedral, ada lapangan di mana pengunjung dapat memberi makan ratusan merpati jinak atau berkeliling taman dengan kereta “odong-odong”  ala Cinderella.
Katedral Zenkov di Panfilov Park. (Dok Pribadi) (Risal Wiratanya)

Katedral Zenkov di Panfilov Park. (Dok Pribadi) (Risal Wiratanya)

Katedral Holy Ascension Almaty. (Dok Pribadi) (Risal Wiratanya)

Katedral Holy Ascension Almaty. (Dok Pribadi) (Risal Wiratanya)

Pengunjung disarankan untuk singgah ke Kok Tobe yang terletak 200 meter di atas sebuah bukit. Dari tempat yang tinggi ini, dapat dinikmati panorama Kota Almaty yang lebih indah saat senja menuju malam. Caranya adalah dengan naik gondola yang tiket pulang-perginya 5.000 Tenge.
Panorama Almaty dari gondola menuju bukit Kok Tobe. (Dok Pribadi) (Risal Wiratanya)

Panorama Almaty dari gondola menuju bukit Kok Tobe. (Dok Pribadi) (Risal Wiratanya)

Di Kok Tobe, ada berbagai tempat untuk menghabiskan waktu: kafe, restoran, rumah terbalik, kebun binatang mini, menara televisi Almaty, taman hiburan, dan patung The Beatles yang sering dijadikan objek berfoto. 
Kok Tobe. (Dok Pribadi) (Risal Wiratanya)

Kok Tobe. (Dok Pribadi) (Risal Wiratanya)

Saat cuaca cerah, dari Kok Tobe dapat terlihat keindahan kota Almaty yang berlatar belakang pegunungan bersalju. Jika tidak, yang terlihat malah sebaliknya: bagaimana polusi menutupi kota. (bersambung)