Memanfaatkan kesempatan yang ada dalam bentuk pelayanan. Dengan kesabaran ekstra, menyatukan banyak kepala menjadi satu kesatuan. Deskripsi inilah yang sekiranya layak disematkan bagi Catharina Hendrijani Tjondro, Ketua Panitia Natal 2024 ini. Buah tekad dan kerja kerasnya, perayaan Natal di Paroki Santo Matias Rasul, Kosambi Baru dapat kita rayakan dengan hangat dan meriah.
Sebagai koordinator wilayah, Catharina Hendrijani atau yang akrab disapa Henny ini ditunjuk untuk menjadi “kepala” dari sekitar 70 anggota panitia. Kali ini, panitia berasal dari Wilayah 2 yang terdiri dari empat lingkungan: Santo Andreas, Santa Agnes, Santo Bernardus, dan Santa Brigitta. Henny dipercaya sebagai Ketua Panitia atas pengalamannya sebagai Bendahara Dewan Paroki Harian di periode sebelumnya. Setelah melalui berbagai pertimbangan, ibu beranak tiga ini merasa bahwa kesempatannya untuk menjadi ketua panitia tidak akan datang dua kali.
“Setelah menjadi bendahara selesai, saya memang berpikir bahwa saya harus kembali ke lingkungan,” jelas Henny ketika ditemui di Ruang Panitia dalam persiapannya menuju perayaan Natal, Sabtu (21/12/2024).
Dengan semangat Caritas Christi Urget Nos (Kasih Kristus yang Mendorong Kami), Henny memimpin para anggotanya untuk mewujudkan Natal yang sesuai dengan tema dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), yakni “Marilah Sekarang Kita Pergi ke Betlehem”. Sebagai ketua, Henny merasa senang dengan tema Natal 2024 tersebut karena sesuai dengan apa yang mereka jalankan sebagai pelaksana Natal paroki.
Dari satu rapat koordinasi ke rapat yang lain, Henny memastikan semua pembahasan dilakukan secara luring dalam satu tempat yang sama, mengingat persiapan yang juga cukup singkat.
Dengan data dan pencatatan yang rapi, begitulah cara Henny memimpin para anggota yang terdiri dari empat bidang: Dana, Liturgi, Nonliturgi, dan Umum. Masing-masing dari bidang tersebut mempersiapkan banyak hal sejak September 2024 dan menjadi awal dari perayaan Natal inti.
Mulai dari rekoleksi, seminar, lomba, kunjungan umat, pemberkatan korona, hingga Sakramen Tobat, Henny begitu percaya dengan bimbingan Tuhan yang menemani perjalanan mereka dalam persiapan Natal yang tidak mudah.
Henny saat membuka Seminar Kesehatan Mata, Minggu (10/11/2024) di Aula Gedung Serbaguna Maria Ratu Rosari.
Dalam kepemimpinannya sebagai ketua, Henny bertanggung jawab pula untuk memastikan detail kecil yang mungkin tidak terpikirkan oleh orang banyak. Menurutnya, seluruh umat paroki perlu diperlakukan secara adil. Dalam Lomba Mewarnai, Lomba Membuat Topi Natal, dan Lomba Membuat Korona misalnya, panitia memastikan bahan dan peralatan yang sama untuk seluruh peserta. Begitu juga halnya dengan pemberkatan korona pada Minggu Pertama Adven. Henny dan timnya memastikan bahwa wilayah-wilayah yang bertugas membawa korona di misa pukul 06.00 WIB adalah mereka yang berdomisili di sekitar gereja.
Dari seluruh kegiatan dan persiapan yang rumit, bukan tidak mungkin kalau Henny tidak menemui hambatan dan kesulitan. Sejak awal terpilihnya sebagai ketua, mencari anggota panitia bukanlah hal yang mudah. Apalagi menurutnya, mayoritas anggota Wilayah 2 adalah umat dalam kategori usia lansia, termasuk Henny sendiri.
Kerikil-kerikil kecil dalam proses menyatukan pendapat juga kerap ditemuinya. Meski begitu, berkomunikasi dengan penuh kesabaran menjadi kunci utama Henny dalam menghadapi masalah yang ada.
“Harus ekstra sabar dan dengan keyakinan kalau kita itu enggak bisa mengubah orang,” katanya.
Ibu rumah tangga ini percaya bahwa setiap masalah harus dihadapi dengan rendah hati dan sukacita. Dengan menjadi pendengar dan saling menjaga perasaan satu sama lain, hubungan akan berjalan dengan baik.
Perjalanan Henny menjadi Ketua Panitia Natal 2024 juga menjadi inspirasi bagi dirinya sendiri dalam menghadapi Natal kali ini.
Menurutnya, kita perlu memberi kesempatan kepada diri sendiri. Kesempatan untuk “berhenti” dan merenungkan hal-hal penting yang ada di sekitar kita.
“Natal bukan sekadar membuka hadiah-hadiah yang menyenangkan, melainkan juga membuka hati kita untuk keluarga dan teman-teman sekitar.”