Nobar Film Kuasa Gelap Wilayah 9, Mengobarkan Iman dan Kekompakan
Nobar Film Kuasa Gelap Wilayah 9, Mengobarkan Iman dan Kekompakan
Klara Yanti
25 April 2025
Saat kumpul bersama dalam acara rapat pleno di bulan Oktober 2024, kami semua baik para ketua lingkungan, koordinator wilayah, dan anggota dewan yang terdapat di Wilayah 9 (Taman Semanan Indah) tiba-tiba asyik membahas obrolan singkat tentang adanya film perdana yang akan tayang serempak di seluruh Indonesia. Film “Kuasa Gelap” merupakan salah satu film layar lebar yang dijadwalkan tayang mulai Kamis, 3 Oktober 2024.
Film ini mengangkat tema eksorsis, yang menayangkan ritual pengusiran setan dalam Agama Katolik yang diangkat dari kasus nyata eksorsisme di Indonesia. Karena begitu penasaran dengan banyaknya iklan tentang film “Kuasa Gelap” dan status WhatsApp teman-teman yang menampilkan foto mereka di flyer film bioskop, akhirnya Bu Yovi selaku koordinator wilayah memberanikan diri meminta kami semua aktif mengundang teman-teman antar lingkungan untuk pergi menonton bersama. Mulanya ragu apakah bisa menonton bersama dengan umat Wilayah 9, karena jujur saya pun paling takut kalo menonton horor.
Oleh karena kekompakan dan kegigihan para ketua lingkungan, akhirnya terjadilah acara “Nobar Wilayah 9” dengan menggunakan atasan putih dan celana jin di Lippo Mal Puri. Saya yang bagian dari umat Lingkungan Sta. Anna mulanya pesimis juga melihat daftar yang akan hadir karena bisa dihitung dengan jari. Ketika hari H saya juga masih ditelepon oleh Ketua Lingkungan Bu Yani yang begitu care dan semangat 45 menanyakan posisi saya.
Saya datang lebih awal agar mengantisipasi kemacetan karena biasanya, jalanan hari Sabtu di Outer Ring Road menuju Puri selalu macet, Saat di jalan, Bu Yovi menelepon dan menginfokan bahwa nanti akan ada surprise, bahwa “Saya tidak sendirian tapi nanti akan berdua”, jujur bingung juga atas pembicaraan Bu Yovi yang terkenal ceria setiap saat. Saya sudah datang berdua dengan “mantan pacar” saya dan akhirnya menjadi bahan perbincangan dengan suami di mobil “Apa enggak ke absensi, ya, suamiku? Padahal sudah tertulis dan sudah kirim bukti transfer bank untuk dua orang.”
Sampai tiba di lokasi, luar biasa surprised karena melihat banyak teman-teman yang hadir dari lingkungan Santa Anna, Santa Antonia, dan Santo Antonius Padua. Dari usia remaja sampai dengan lansia sejumlah 40-an umat. Setibanya di lokasi baru terjawab, eh ternyata berdua yang dimaksud adalah dua orang wakil dari dewan harian selain saya. Ada Pak Anton juga.
Kawasan gedung bioskop sudah ramai oleh suara kami yang ramai. Ternyata ada juga beberapa teman kami dari komunitas lain. Gembira sekali bisa kumpul bersama. Ketika mau antre membeli cemilan, puji Tuhan ternyata sudah disediakan oleh Bu Yovi sekantong popcorn dan coca cola. Saat sudah ada panggilan dari petugas untuk masuk ke studio, mulai, deh, kami berbaris dan diam seribu bahasa. Dari teman-teman lain juga mungkin terdengar tabuhan dag dig dug di hati mereka masing-masing karena terbawa suasana gelap dan genre film horor.
Momen kebersamaan umat Wilayah 9 saat menonton film ’Kuasa Gelap’ di Lippo Mal Puri (10/2024)
Lampu dipadamkan dan suasana berubah menjadi sunyi. Film dimulai dengan adegan kelam: seorang keluarga menghadapi serangkaian kejadian aneh yang ternyata berkaitan dengan kuasa kegelapan. Makin lama ketegangan meningkat. Jeritan kecil terdengar dari beberapa sudut ketika adegan mendebarkan muncul. Di tengah film salah satu karakter utama, seorang pastor tampil menghadapi kekuatan gelap yang merasuki rumah keluarga tersebut. Kata-kata pastor yang paling menyentuh hati adalah “terang selalu mengalahkan kegelapan”.
Film ini mengingatkan kita semua untuk hidup lebih dekat dengan Tuhan, membangun iman yang kokoh melalui hidup doa, Ekaristi, komunitas yang menguatkan bila kita terjatuh, dan firman Tuhan yang menjadikan tuntunan hidup untuk selalu berjalan di jalan yang benar dan tidak tersesat. Kegelapan ada dan sangat menakutkan, tetapi kita percaya kuasa Tuhan jauh lebih besar dari segala apa pun dan memenangkan semuanya.
Menonton film “Kuasa Gelap” bersama komunitas lebih dari sekedar hiburan. Ini adalah momen untuk belajar, bertumbuh, dan memperkuat iman. Dengan diskusi dan refleksi setelah pulang dari acara menonton bersama, kita dapat memahami pentingnya hidup dalam perlindungan Tuhan dan bersatu melawan pengaruh kuasa gelap.
Dengan demikian kita harus membuat rencana “lima jari kehidupan” di dalam keluarga sebagai berikut:
Meningkatkan kehidupan doa bersama yang melindungi rumah dan keluarga.
Membaca firman Tuhan setiap hari yang menjadi pelita hidup kita.
Mempunyai komunitas di dalam pelayanan yang menguatkan kita bila sedang goyah.
Merayakan Ekaristi minimal seminggu sekali, yang menyatukan kita semakin inti dengan Bapa Sang Pencipta.
Melayani dimanapun kita berada, sebagai ucapan syukur karena Tuhan lebih dahulu telah melayani kita.