Orang-orang ramai berkerumun di depan gereja “Queen of Peace” alias Ratu Damai di tengah rintik hujan dan cuaca dingin 13 derajat. Beberapa gadis yang mengenakan rok pendek berfoto dalam berbagai gaya – dan diulang-ulang agar mendapatkan pose terbaik – untuk diunggah ke Instagram mereka.
Gereja tua di pusat kota Tam Dao ini memang menjadi daya tarik utama karena bangunan ini adalah mahakarya bangunan batu ala abad pertengahan dengan latar belakang pemandangan yang sangat indah, terlebih jika langit cerah. Suasana di dalam gereja ternyata berbeda. Deretan jendela kaca patri pada dinding, langit-langit berlapis kayu dan barisan bangku yang mengilap memberikan kesan hangat bagi mereka yang masuk untuk berdoa atau sekedar melihat-lihat dan berfoto. Sebuah salib yang diapit sepasang malaikat tergantung di belakang altar yang terletak di bawah kubah. Altar diapit oleh lengkungam patung Bunda Maria Ratu Damai dan patung Santo Yosef menggendong Kanak-Kanak Yesus.
Dibangun tahun 1906, Gereja Bunda Maria Ratu Damai ini memiliki desain gereja Gotik abad pertengahan. Sebuah menara lonceng setinggi 18 meter berdiri di sebelah kanan. Keempat dinding menara dihiasi salib dengan bata merah. Di atas pintu masuk utama ada jendela kaca patri bundar. Keunikan yang dimiliki gereja ini adalah bangunannya yang tersusun dari batu tanpa menggunakan pilar. Lumut dan cuaca yang membuat dindingnya terlihat kusam tidak menghilangkan keindahan, tapi membuat penampilannya semakin menarik bersama dengan deretan lengkungan di dinding halaman. Spot ini menjadi tempat berfoto favorit dengan latar belakang kota Tam Dao. Pada masa perang melawan Perancis, gereja ini menjadi satu-satunya bangunan yang selamat dari taktik bumi hangus rakyat Vietnam, sesuai dengan instruksi Ho Chi Minh agar fasilitas agama jangan diapa-apakan. Setelah direnovasi tahun 2008, gereja batu ini diberi nama Gereja Bunda Maria Ratu Damai.
Tam Dao (yang dalam bahasa Vietnam berarti “tiga gunung”) sejak lama menjadi destinasi healing favorit bagi turis domestik serta mancanegara. Tempat yang sejuk - cocok untuk melepaskan penat, menghindari terik matahari di musim panas, memanjakan mata, serta menikmati kuliner. Terletak di ketinggian 1.000 meter dengan temperatur rata-rata 23 derajat, Tam Dao adalah “Puncak” untuk orang Hanoi. Letaknya hanya 80 kilometer dari Hanoi, dapat ditempuh dengan mobil atau sepeda motor melalui jalan berkelok naik turun seperti pita sutera terpilin dalam waktu sekitar satu setengah jam. Selain itu, di Tam Dao pengunjung dapat merasakan cuaca empat musim dalam sehari: angin sejuk musim semi di pagi hari, panas matahari musim panas di siang hari, suasana berangin musim gugur di sore hari, dan dinginnya musim dingin di malam hari. Pada musim panas dalam cuaca cerah, Anda dapat menyaksikan tiga puncak gunung yang mencuat dari selimut awan – sehingga Tam Dao juga dijuluki “kota di atas awan”. Sedangkan pada musim dingin, Tam Dao menghadirkan keindahan romantis dan tenang dengan kabut tebal yang menyelimuti langit.
Jelajahilah pusat keramaian di taman seberang Hotel de L’Amour, berfotolah dengan latar belakang tulisan TAMDAO, nikmati secangkir kopi hangat di Rock Café sambil memandang panorama yang indah, berjalanlah di sepanjang pedestrian melihat pedagang menjual buah-buahan, bumbu, dan berbagai cenderamata, dan jika Anda punya waktu lebih lama di sana, pergilah ke Silver Waterfall, Pagoda Thien vien Truc lam Tay Thien untuk mencari inner peace, dan Menara TV Tam Dao. Chào mừng đến với Tam Đảo!