cover

Hari Anak KAJ 2025: Anak Indonesia yang Mencintai Tuhan, Sesama, dan Alam Semesta

Beranda

Hari Anak KAJ 2025: Anak Indonesia yang Mencintai Tuhan, Sesama, dan Alam Semesta

Hari Anak KAJ 2025: Anak Indonesia yang Mencintai Tuhan, Sesama, dan Alam Semesta

Valencia Elden

7 Februari 2026

Keuskupan Agung Jakarta kembali menyelenggarakan Hari Anak KAJ 2025 sebagai ruang perjumpaan, pembelajaran, dan perayaan iman bagi anak-anak Katolik. Mengusung tema “Anak Indonesia: Cinta Tuhan, Sesama, dan Alam Semesta”, kegiatan ini menjadi wujud nyata perhatian Gereja terhadap pembinaan iman anak sejak dini, sekaligus mengajak mereka bertumbuh dalam kasih dan kepedulian terhadap sekitar.
Sejak awal acara hingga akhir, suasana Hari Anak KAJ 2025 terasa begitu hidup dan penuh sukacita. Sekitar lebih dari 2.000 anak dari berbagai paroki termasuk perwakilan dari luar kota datang bersama pembina BIA/BIR dengan wajah ceria dan semangat yang sama: merayakan hari anak bersama. ICE BSD dipenuhi tawa, nyanyian, serta kebersamaan yang hangat, menciptakan pengalaman yang berkesan bagi setiap peserta.
Peserta mengikuti games dengan semangat. (KOMSOS / Bernardus Galuh)

Peserta mengikuti games dengan semangat. (KOMSOS / Bernardus Galuh)

Beragam kegiatan disiapkan secara khusus untuk mendukung perkembangan iman, kreativitas, dan kebersamaan anak-anak. Anak-anak diajak mengikuti games per pos yang dirancang interaktif dan edukatif seperti menanam pohon, sehingga mereka dapat belajar bekerja sama, saling menghargai, dan bersukacita bersama teman-teman dari berbagai paroki. Selain itu, terdapat sesi seminar dengan pembicara yang menyampaikan materi dengan bahasa sederhana dan menyenangkan, sehingga mudah dipahami oleh anak-anak.
Puncak kegiatan dirayakan dalam Misa Anak yang dipimpin oleh Uskup Ignatius Suharyo, didampingi oleh para imam, termasuk Romo Enzo Fortunato, OFMConv — Presiden Komisi Hari Anak Sedunia dari Vatikan. Perayaan Ekaristi ini menjadi momen istimewa bagi anak-anak untuk semakin mengenal Gereja dan merasakan bahwa mereka adalah bagian penting dari umat Allah. Liturgi yang disesuaikan dengan dunia anak membuat suasana misa terasa lebih dekat, hangat, dan penuh makna.
Peserta yang mengenakan baju adat. (KOMSOS / Bernardus Galuh)

Peserta yang mengenakan baju adat. (KOMSOS / Bernardus Galuh)

Antusiasme tidak hanya terlihat dari anak-anak, tetapi juga dari orang tua, guru BIA/BIR, serta seluruh panitia. Semangat kebersamaan dan kerja sama terasa kuat sepanjang rangkaian acara. Para pendamping dengan sabar dan penuh kasih menemani anak-anak, sementara panitia memastikan seluruh kegiatan berjalan dengan lancar dan aman.
Melalui penyelenggaraan Hari Anak KAJ 2025, Keuskupan Agung Jakarta ingin menyampaikan pesan bahwa anak-anak perlu dibiasakan dan didekatkan dengan Gereja serta pengajaran Katolik sejak dini. Dengan cara yang menyenangkan dan relevan dengan dunia anak, iman dapat tumbuh secara alami dan menjadi bekal berharga dalam perjalanan hidup mereka.
Ke depannya, besar harapan agar Hari Anak KAJ dapat terus diselenggarakan setiap tahun dan semakin berkembang dari waktu ke waktu. Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak semakin bersemangat dalam menghidupi iman, memiliki banyak teman, serta bertumbuh menjadi pribadi yang mencintai Tuhan, sesama, dan alam semesta. Hari Anak KAJ bukan sekadar sebuah acara, melainkan langkah nyata Gereja dalam menyiapkan generasi penerus yang beriman, peduli, dan penuh kasih.