Paroki Kosambi Baru memiliki kedai Samara sebagai tempat untuk berjualan bagi Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) Binaan paroki dan ada juga stand minuman, dimana stand minuman ini menjual titipan dari vendor dan ada minuman dari Wings Group, seperti air mineral Aquviva, ISOPLUS dan juga Golda Coffee.
Minuman yang tersedia juga banyak, mulai dari kopi, teh rasa buah, thai tea, es mambo, es lilin dan masih banyak lagi.
Kedai Samara hanya buka saat weekend, di hari Sabtu dan Minggu. Sabtu buka mulai jam 07.00 - 20.00 WIB, sementara di hari Minggu buka jam 05.30 - 20.00 WIB. Yang menjadi keunikan kedai Samara adalah petugas stand minuman yang selalu berganti-ganti setiap minggunya, sesuai dengan kebijakan gereja yang memperbolehkan seksi-seksi / kategorial untuk berjualan dan bisa mendapat 10% keuntungan untuk uang kas seksi / kategorial tersebut.
Menurut tante Lucy, pengurus Sabuk PSE yang menaungi kedai Samara, petugas jaga stand minuman digilir ke seksi dan kategorial karena banyak seksi atau kategorial yang butuh dana dan mereka bisa mendapatkan dana dengan cara jaga stand minuman.
Berikut beberapa testimoni dari pedagang di Kedai Samara:
Potato Bowl - Sonny
Apa arti Kedai Gereja untuk kalian sebagai penjual, baik secara ekonomi maupun secara rohani?
Secara ekonomi, kedai membantu saya untuk mengembangkan ide bisnis sebagai anak muda. Secara rohani, Kedai menjadi tanda Gereja sebagai Persekutuan Umat Allah yang bersama-sama menguduskan setiap insan dengan saling menolong untuk mensejahterakan. Hal ini tentu menjadi tanda Allah yang hadir kepada para penjual melalui perantaraan Bapak/Ibu Sabuk, PSE, dan orang lain yang juga terlibat di dalamnya.
Mie Karifan - Angelina
Pengalaman paling berkesan yang dirasakan setelah jualan di kedai gereja?
Pengalaman paling berkesan selama jualan di Kedai Gereja itu saat kami yang awalnya nggak pernah jualan langsung, akhirnya bisa ngerasain gimana rasanya ketemu dan melayani pembeli secara langsung. Dari situ kami jadi lebih terbiasa ngobrol dan berkomunikasi dengan banyak orang, termasuk orang-orang yang sebelumnya belum kami kenal.
Kami juga jadi belajar banyak hal baru, mulai dari marketing dan desain, gimana caranya bikin produk kelihatan menarik dan bisa dilirik orang. Waktu dagangan belum laku dan harus nunggu pembeli, kami belajar lebih sabar dan nggak gampang mengeluh.
Walaupun capek, kami tetap belajar buat disiplin dan tanggung jawab, karena harus jualan sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Ditambah lagi, kami juga jadi makin terbiasa masak dan handle makanan, apalagi pas pesanan lagi banyak-banyaknya.
Overall, pengalaman jualan di Kedai Gereja ini seru dan berkesan banget, karena selain nambah skill, kami juga belajar banyak soal melayani, sabar, dan kerja sama.
Roti Panas - Lintang

Roti panas, salah satu bestseller di kedai Samara. (Komsos / Levina)
Harapan untuk kedai & umat?
Untuk kedai Samara supaya pembelinya bisa lebih banyak dan lebih luas, dipromosikan lebih luas biar ga cuma umat gereja kita saja yang beli. Untuk umat bisa beli dan bantu promosikan UMKM di gereja.