cover

Kedai Samara Jadi Dapur Umum untuk Korban Banjir Paroki St. Matias Rasul

Beranda

Kedai Samara Jadi Dapur Umum untuk Korban Banjir Paroki St. Matias Rasul

Kedai Samara Jadi Dapur Umum untuk Korban Banjir Paroki St. Matias Rasul

Levina Tabita

7 Februari 2026

Pada Sabtu, 24 Januari 2026, Kedai Samara difungsikan sebagai dapur umum untuk memasak dan menyalurkan makanan bagi para korban banjir di sekitar wilayah Paroki St. Matias Rasul. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian Gereja terhadap umat dan masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus memperlihatkan semangat gotong royong lintas kelompok dalam paroki.

Dapur umum ini merupakan inisiatif bersama dari Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Paroki St. Matias Rasul bekerjasama dengan Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang St. Matias Rasul, yang dalam dua tahun terakhir secara konsisten terlibat dalam berbagai aksi sosial.
Tim WKRI & PSE bekerjasama memasak makanan. (KOMSOS / Levina)

Tim WKRI & PSE bekerjasama memasak makanan. (KOMSOS / Levina)

Sebanyak 700 porsi makanan disiapkan dan dibagikan dalam dua waktu, yakni siang dan sore hari. Untuk menu siang, para relawan memasak oseng kacang panjang dan tempe, serta telur balado. Sementara itu, menu sore terdiri dari ayam teriyaki, bakmi goreng, dan tumis kacang panjang. Masing-masing waktu pembagian menyediakan sekitar 350 porsi makanan yang ditujukan khusus bagi para korban banjir di sekitar wilayah paroki.
Proses memasak dilakukan oleh lima orang relawan yang bertugas di dapur umum. Selain itu, sekitar sepuluh orang terlibat langsung membantu di lapangan, serta sepuluh orang lainnya bertugas di seksi lapangan yang mengatur distribusi menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Kerja sama yang solid antarrelawan memungkinkan makanan dapat sampai kepada para penerima dengan cepat dan tepat sasaran.
Melalui kegiatan dapur umum ini, Paroki St. Matias Rasul kembali menegaskan panggilannya untuk hadir dan melayani, terutama di tengah situasi darurat. Aksi sederhana ini diharapkan dapat meringankan beban para korban banjir sekaligus menjadi tanda kasih dan solidaritas bagi sesama.