cover

Misa Natal Lansia 2025

Beranda

Misa Natal Lansia 2025

Misa Natal Lansia 2025

Alberta Cailin Kimberly

7 Februari 2026

Misa dipimpin Romo Patrick. (KOMSOS / Ryan)

Misa dipimpin Romo Patrick. (KOMSOS / Ryan)

Pada Hari Kamis (25/12/2025), Umat Katolik merayakan hari yang gembira dan sukacita karena hari tersebut adalah hari kelahiran Sang Juru Selamat yaitu lahirnya Yesus Kristus. Tentunya Natal bukan hanya sekedar perayaan biasa, tetapi merupakan tanda bahwa Juru Selamat telah lahir ke dunia ini.
Para umat berkumpul di gereja untuk merayakan hari Natal pada sore hari, Meski jumlah umatnya tidak terlalu ramai, namun kekhusyukan dan sukacita tetap terasa kuat di antara umat yang hadir. Semangat dan antusiasme tetap terlihat dari wajah umat saat mempersiapkan diri untuk merayakan kelahiran Sang Juru Selamat. Umat mengikuti setiap doa dan bacaan Kitab Suci dengan penuh perhatian, yang mencerminkan iman dan pengharapan akan kasih karunia Tuhan yang hadir melalui kelahiran Yesus Kristus.
Romo membagikan hadiah di tengah-tengah umat. (KOMSOS / Bernardus Galuh)

Romo membagikan hadiah di tengah-tengah umat. (KOMSOS / Bernardus Galuh)

Saat waktu menunjukan pukul 17.00 WIB, Misa natal yang dipimpin oleh Romo Patrick Slamet Widodo, Pr. Dengan diiringi lagu pembukaan yang sangat menunjukan kesukacitaan atas kelahiran Yesus Kristus oleh Koor wilayah 7, serta bantuan petugas tata tertib untuk melancarkan keberlangsungan misa perayaan natal oleh Lingkungan Mikhael, Wilayah 15.
Bacaan I (Yesaya 52:7-10) Bacaan ini mewartakan kabar gembira mengenai utusan pembawa damai ke Yerusalem sebagai tanda pemulihan umat Allah pasca pembuangan di Babel. Melalui peristiwa ini, TUHAN menyatakan keagungan-Nya sehingga seluruh dunia menyaksikan keselamatan dari Allah. Natal pun dimaknai sebagai pewartaan sukacita atas kedatangan Mesias (Yesus) yang membawa damai serta penebusan.
Bacaan II (Ibrani 1:1-6) Bacaan ini menegaskan kemuliaan Yesus Kristus sebagai Anak Allah yang melampaui para nabi dan malaikat. Sebagai pewaris tunggal yang kekal, Dia adalah sosok yang menciptakan serta menopang alam semesta. Hal ini menekankan bahwa Yesus merupakan wahyu tertinggi dan terakhir dari Allah yang layak disembah oleh segala makhluk.
Menurut kalender liturgi, Tahun ini merupakan tahun C yang dimana bacaan Injil diambil dari Yohanes (1:1-18) yang menceritakan tentang Yesus Kristus sebagai Firman (Logos) yang kekal, yang adalah Allah, ada bersama Allah sejak awal, dan menjadi manusia untuk menyatakan kemuliaan dan kasih karunia Allah kepada dunia. Umat beriman diajak untuk menyadari bahwa Allah tidak jauh dari manusia, melainkan selalu hadir secara nyata dalam kehidupan manusia melalui Yesus Kristus.
Dalam bacaan Injil Yohanes, Romo Patrick menyampaikan tentang panggilan untuk memperbaharui Iman pribadi melalui perayaan kelahiran Yesus sebagai “cahaya” yang menerangi hidup kita melalui khotbahnya. Selain itu, Romo Yus menekankan melalui Khotbahnya bahwa kita harus merenungkan kelahiran Yesus secara pribadi, tidak hanya sekadar ritual liturgis. Sehingga iman tiap orang dapat “dilahirkan Kembali”. Oleh karena kehadiran Yesus Kristus di dalam diri kita dengan menghayati secara pribadi, yang pasti adalah Allah mau hadir.
Romo Patrick juga menghubungkan Natal dengan Cahaya Kristus yang masuk ke dalam diri manusia, menyatakan bahwa “terang itu berasal dari Allah” dan memberi arah hidup yang baru. Teranglah yang menyatakan diri di dalam diri kita manusia. Teranglah sungguh-sungguh ada, karena hati yang terang, Iman kita memberikan terang bagi hidup kita. Tentu karena Iman yang memberikan terang, Allah menuntut seluruh masyarakat, seluruh orang, sahabat-sahabat menjadi satu paroki yang membuat kita merayakan syukur di dalam satu tempat yang kudus. Sebagai anak-anak terang, kita tentu mencari terang tersebut supaya jalan kekudusan itu membuat kita semakin dekat dengan Allah.
Dari situlah perayaan Natal adalah cara Allah menyalakan terang dalam kehidupan kita, menjadikan hidup lebih mudah, aman, dan penuh pengharapan yang dibawakan kepada kita yaitu terang dari Yesus, dengan memancarkan terang melalui cahaya yang diberikan oleh Allah kepada kita semua. Perayaan Ekaristi natal sebagai penanda syukur kita akan Allah yang hadir kepada setiap orang, dan dengan Tuhan membagikan kekayaan Rahmat-Nya, agar kita berjalan di dalam terang yaitu di dalam nama Tuhan Yesus Kristus melalui persatuannya.
Perayaan misa Natal ditutup dengan doa dan berkat, serta diiringi oleh nyanyian penutup. Umat dengan antusias ikut menyanyikan lagu tersebut, lalu mulai meninggalkan gereja dengan hati yang gembira dan harapan baru. Mereka membawa semangat Natal untuk diwujudkan dalam tindakan nyata. Misa ini menjadi momen penting bagi umat untuk memperbaharui iman serta mempererat persaudaraan dalam terang kasih Kristus.