Rekan, sobat dan saudara-saudari yang saya kasihi.
Menjelang perayaan Natal, perasaan saya gembira. Ditambah lagi suasana di sejumlah tempat perbelajaan semakin menambah semarak kegembiraan. Hiasan lambang-lambang Natal gemerlapan. Entah ide dari siapa, para pelayan pusat perbelajaan juga memakai atribut Natal yang membuat semua orang tersenyum melihat tingkahnya. Bahkan di pusat perbelajaan di Glodok maupun Pasar Pagi sudah tersedia atribut-atribut Natal dan Tahun Baru.
Di gereja-gereja, panitia Natal mulai menunjukkan aksinya. Tenda-tenda dan kursi, dekor pohon natal sudah mulai terpasang, ibu-ibu tim dekor mulai menyiapkan bunga-bunga untuk menghias sekitar altar dan ruangan gereja lainnya. Para misdinar mulai latihan tata gerak; umat mulai berdatangan untuk latihan koor. Ada wajah-wajah yang terlihat ceria dan penuh semangat; ada juga wajah-wajah yang menampilkan senyum penuh pengharapan. Semuanya tidak lain ingin menunjukkan sukacita dan sekaligus mempersembahkan kepada Tuhan atas seluruh kehidupan yang dijalani selama ini.
Perayaan Natal tidak lepas dari rasa gembira dan syukur kepada Tuhan atas seluruh perjalanan hidup. Perayaan Natal mengajak semua orang untuk mengalami Tuhan yang hadir di antara manusia (Luk.2:6-7) Perayaan Natal menjadi penanda akan Tuhan yang tetap setia pada kita dalam karyaNya untuk menyelamatkan kita.
Dalam Kitab Suci, perjalanan kasih Allah selalu ingin menyampaikan berita gembira. Berita yang membangkitkan rasa sukacita bagi manusia. Perjalanan hidup manusia yang jatuh bangun, sedih dan gembira menceritakan kasih Allah selalu tidak pernah surut. Berita baik yang diterima oleh Bunda Maria disambut dengan sukacita (Luk.1:46-55). Hal itu menandakan manusia menyambut kehadiran Tuhan dengan bahagia. Santo Yusuf, suami Bunda Maria pada awalnya merasa ragu, namun dengan ketulusan hatinya, ia yakin Allah bekerja dengan sempurna dalam hidup dirinya.
Kisah sukacita menyambut Natal dan peneguhan iman melalui Kitab Suci ini jadi menambah keyakinan akan Allah yang selalu ingin memberikan kasihNya pada umat manusia. Gereja tidak hanya mengingatkan akan peristiwa Natal ini, tetapi mengajak kita untuk bergembira. Inilah Natal yang aku suka. Setiap orang menyambutnya dengan rasa bahagia.
Semoga perayaan Natal selalu memberikan rasa gembira pada semua orang, pada anak-anak, orang dewasa maupun mereka yang telah lanjut usia.
SELAMAT HARI RAYA NATAL 2025 DAN TAHUN BARU 2026
Tuhan memberkati.