cover

Perayaan Vigili Natal, Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga

Beranda

Perayaan Vigili Natal, Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga

Perayaan Vigili Natal, Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga

Ivy Ratnacitta

14 Januari 2026

Misa dibawakan oleh Romo Patrick. (KOMSOS / Elvern)

Misa dibawakan oleh Romo Patrick. (KOMSOS / Elvern)

Setelah masa penantian selama 4 minggu, akhirnya pada hari Rabu, 24 Desember 2025, umat Katolik kembali memadati gereja untuk mengikuti misa Vigili Natal dan menantikan lahirnya bayi Yesus. Misa pertama dimulai pukul 18:00 WIB dipimpin oleh Romo Patrick Slamet Widodo, Pr dengan didampingi oleh Frater Bona dan Frater Lino. Umat terlihat sangat antusias mengikuti misa Vigili Natal ini, sehingga banyak umat yang hadir dari 3 jam sebelum misa dimulai untuk mendapatkan tempat duduk di dalam gereja.
Misa diawali dengan maklumat kelahiran Yesus Kristus yang dinyanyikan oleh pemazmur, lalu diikuti dengan lagu malam kudus yang dibawakan oleh paduan suara dari Wilayah 6. Di awal misa, Romo juga menyampaikan tema natal tahun 2025 “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga”. Umat diminta untuk merefleksikan bagaimana identitas Yesus yang hadir dalam keluarga baik itu sebagai anak maupun orang tua.
Bacaan pertama misa malam Natal diambil dari kitab Yesaya 9:1-6 mengenai seorang putra telah diberikan kepada kita, dilanjutkan dengan bacaan kedua Titus 2:11-14 mengenai kasih karunia Allah sudah nyata bagi semua orang. Untuk bacaan Injil diambil dari kitab Lukas 2:1-14.
Mazmur saat vigili natal 2025. (KOMSOS/ Elvern)

Mazmur saat vigili natal 2025. (KOMSOS/ Elvern)

Dalam homili, Romo Patrick kembali memberikan katekese singkat dengan melakukan tanya jawab dengan umat. Romo pertama-tama menanyakan, apa yang sudah dipersiapkan untuk menyambut Natal tahun ini? Banyak umat yang memberikan jawaban seperti kue, kain lampin, dan yang terakhir ada yang menjawab mempersiapkan hati. Tentunya, kita harus mempersiapkan hati untuk menyambut kedatangan Yesus Kristus ke dalam kehidupan kita. Romo selanjutnya juga mengarahkan umat untuk melihat ke palungan tempat Yesus lahir dan bertanya siapa nama malaikat yang ada di atas kandang tersebut? Umat pun menjawab malaikat Gabriel.
Sesuai dengan Injil Lukas, ada 2 kata yang disebutkan dan digaris bawahi. Romo kembali menanyakan kepada umat apa 2 kata tersebut? Setelah banyak umat yang menjawab, akhirnya ada umat yang menjawab dengan benar, yaitu, Kain Lampin dan Palungan. Kedua benda ini sangat penting dikarenakan kain lampin digunakan untuk membungkus “Anak Domba” supaya tenang, tidak terbentur, dan kakinya tidak patah, sebagai kurban untuk Allah tidak boleh bercacat. Lalu, apa hubungannya dengan Yesus? Bayi Yesus yang lahir dan dibungkus dengan kain lampin diartikan sebagai anak domba kurban yang sempurna. Yesus yang lahir di palungan, dimana identik dengan gembala yang pada waktu itu dianggap sebagai kaum terpinggirkan dan sering kali terabaikan. Kombinasi kain lampin dan palungan ini merupakan tanda kemenangan, Yesus raja diatas segala raja rela dibungkus layaknya seperti domba kurban. Kain lampin yang juga diartikan sebagai jubah kebenaran mengingatkan kita pada kitab Yesaya 64:6 mengenai segala kesalahan kita seperti kain kotor. Setiap kita memperbaiki kesalahan kita maka semakin kotor kain tersebut. Tetapi Yesus mau hadir ke dunia dengan dibungkus kain lampin dan lahir di palungan, yang bisa kita artikan juga Yesus mau hadir ditengah orang-orang berdosa dan kecil dengan membawa kedamaian.
Romo juga menyarankan agar kita di dalam keluarga baik itu berperan sebagai anak atau orang tua dapat membawa kasih dan kedamaian kepada satu dengan lainnya.
Setelah Homili selesai, misa berjalan seperti biasa dan diakhiri dengan lagu - lagu natal meriah yang dinyanyikan oleh paduan suara. Umat saling memberikan selamat natal kepada kerabat dan teman yang dijumpainya. Kemudian pergi berfoto di pohon natal besar yang sudah disiapkan oleh panitia natal. Berbeda dari tahun sebelumnya, pohon natal tahun ini dibuat sesuai dengan tema natal tahun 2025 dan tahun Yubileum, karena di tengah pohon natal terdapat lukisan pintu yang diibaratkan sebagai Porta Sancta dan keluarga nazaret yaitu Santo Yosef, Bunda Maria, dan bayi Yesus yang baru lahir.