Pohon Natal 2025 memiliki tinggi 8,75 meter, diameter dasar 4 meter, terdiri dari 6 tingkat, dengan kerangka portable berbentuk kerucut. Pohon ini dirancang selaras dengan bangunan gereja. Kerangka dibuat oleh Bapak Parwono Purwo, umat Paroki Kosambi Baru.
Konsep yang diangkat adalah Rumah Berbentuk Pohon, dilengkapi satu pintu dan lima jendela yang terinspirasi dari jendela Basilika Santo Petrus. Dinding rumah pohon tersusun dari sekitar 600 sirip/sayap berbahan kawat yang dibungkus kain stocking, berfungsi memantulkan cahaya ke segala arah sebagai simbol kabar sukacita, kasih, dan keselamatan Tuhan bagi semua orang.
Natal dimaknai tidak hanya sebagai perayaan, tetapi juga sebagai sarana membangun kebersamaan, kepedulian, kasih, persaudaraan, serta harapan di tengah masyarakat yang beragam.
Inspirasi utama berasal dari Tahun Yubileum Suci 2025 dengan ikon Luce yang berarti harapan. Atas masukan Romo Yus Noron, ikon Keluarga Kudus ditempatkan di pintu masuk rumah pohon sebagai simbol kehadiran Keluarga Kudus dalam setiap keluarga Kristen.
Bola Akrilik dan Maknanya
Bola akrilik besar ditempatkan di tengah pintu, serta beberapa bola kecil digantung di jendela dan pintu. Di dalamnya terdapat ikon Luce, pinus, mawar, cermin berbentuk bintang, ayat Kitab Suci, dan rumput.
Bola akrilik melambangkan kesatuan yang utuh dan tidak berakhir.
- Cermin berbentuk bintang melambangkan terang kasih Tuhan.
- Pinus melambangkan kekuatan, ketahanan, dan harapan.
- Mawar dari kelopak jagung melambangkan kehadiran dan doa Bunda Maria.
Ikon Luce and Friends – Sang Peziarah Harapan menjadi pengingat pesan Paus Fransiskus bagi umat, khususnya kaum muda, untuk tetap teguh dalam iman di tengah tantangan zaman.
Pohon Harapan (Pohon Maple)
Pohon maple dipilih sebagai Pohon Harapan, terinspirasi dari pengalaman ziarah ke Lourdes. Ranting pohon digunakan sebagai tempat umat menggantungkan doa dan harapan. Doa-doa ini akan didoakan dan diberkati pada penutupan Tahun Yubileum melalui perantaraan Bunda Maria kepada Tuhan Yesus Kristus.
Kandang Natal Rumah Papua
Kandang Natal berbentuk Rumah Honai, rumah tradisional suku Pegunungan Papua. Konsep ini dipilih sebagai wujud tema Nusantara dan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Meskipun rumah Honai umumnya tidak memiliki jendela, desain dimodifikasi agar umat dapat melihat terang keselamatan Allah melalui kelahiran Yesus Kristus.
Bunda Maria digambarkan sebagai ibu yang setia dan penuh doa, sedangkan Santo Yusuf sebagai pelindung keluarga dalam menghadapi tantangan hidup.
Dekorasi Natal 2025 diharapkan menjadi sarana refleksi iman, pembawa harapan, serta penguat semangat persaudaraan umat dalam perjalanan sebagai peziarah di dunia.