Puncak Festival Film Ardas KAJ 2025: Merayakan Iman melalui Layar Sinema
Puncak Festival Film Ardas KAJ 2025: Merayakan Iman melalui Layar Sinema
Levina Tabita
25 Januari 2026
Acara puncak dari rangkaian tahunan Festival Film Ardas (FFA) yang digagas oleh Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) telah digelar melalui malam puncak penganugerahan (awarding night) pada Sabtu, 22 November 2025.
Acara ini dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) Maria Ratu Rosari oleh panitia yang merupakan gabungan dari paroki-paroki di Dekanat Barat 2. Acara dimulai dengan registrasi panitia dan peserta, lalu dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta doa bersama yang dipimpin oleh Romo Patrick. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan kata sambutan dari juri FFA dan Romo Patrick sebagai perwakilan Paroki Kosambi Baru.
Setelah kata sambutan, acara dilanjutkan dengan mini talkshow yang membahas perjalanan karier para juri, yaitu Robert Ronny dan Yudi Datau, selaku sutradara film. Selanjutnya, acara diisi dengan sesi wawancara singkat bersama Marcelino Lefrandt mengenai kategori penilaian film pendek FFA KAJ 2025.
Selanjutnya, acara memasuki puncak kegiatan, yaitu pengumuman nominasi untuk berbagai kategori yang diperlombakan dalam FFA KAJ 2025. Dari seluruh nominasi tersebut, gelar juara umum FFA KAJ 2025 diraih oleh Paroki Mangga Besar melalui film berjudul Menyandera Maria. Paroki Mangga Besar berhasil memenangkan berbagai kategori dengan total perolehan sembilan piala. Sementara itu, pada penyelenggaraan FFA tahun ini, Paroki Kosambi Baru memperoleh tiga nominasi, namun belum berhasil meraih penghargaan.
Pada saat makan siang, panitia memutarkan film pendek yang diselingi dengan penampilan orkestra dari Matias Simfonietta yang membawakan lagu Selalu Ada di Nadimu (original soundtrack film Jumbo).
Saat diwawancarai di backstage, Romo Aldo menyampaikan bahwa jumlah peserta FFA tahun ini semakin banyak dan menunjukkan perkembangan yang signifikan, baik dari segi ide, teknis pengambilan gambar, maupun penceritaan. Ia juga menambahkan bahwa banyak ide segar yang muncul dalam FFA tahun ini. Nilai utama yang ingin ditampilkan melalui Festival Film Ardas ini adalah interpretasi Arah Dasar KAJ yang diwujudkan ke dalam cerita film pendek.
Saat diwawancarai, tim Komsos Paroki Mangga Besar menyampaikan bahwa dukungan dari romo paroki menjadi faktor penting yang membuat mereka yakin untuk mewujudkan ide cerita ke dalam bentuk film pendek. Sementara itu, menurut tim Komsos Paroki Kedoya, tantangan utama dalam Festival Film Ardas adalah bagaimana menyampaikan cerita secara utuh dan bermakna dalam durasi 10 menit.
Saat diwawancarai di belakang panggung (backstage), Romo Patrick selaku romo paroki Kosambi Baru menekankan pentingnya konten digital sebagai sarana pewartaan Gereja di era modern. Melalui lomba seperti ini, keterlibatan umat dalam mendukung dan menghidupi Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) dapat disampaikan secara kreatif dan relevan.