cover

Kehangatan Keluarga dalam Misa Minggu Paskah 2025

Beranda

Kehangatan Keluarga dalam Misa Minggu Paskah 2025

Kehangatan Keluarga dalam Misa Minggu Paskah 2025

Levina Tabita

21 Mei 2025

Minggu Paskah tahun ini terasa lebih ramai dari tahun sebelumnya. Hal ini ditandai dengan penuhnya gedung gereja dan kapel sejak satu setengah jam sebelum misa dimulai. Banyak umat yang datang lebih awal demi mendapat tempat duduk di dalam gereja.
Ramainya umat yang antusias ini menyambut datangnya salah satu momen penting dalam Pekan Suci, yaitu Minggu Paskah. Masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Misa Minggu Paskah tahun ini terbagi menjadi 3 (tiga) jadwal, yaitu pukul 06.00 WIB (Misa Umum), pukul 08.30 WIB (Misa Keluarga), dan pukul 17.00 WIB (Misa Lansia). 
Dalam misa pukul 08.30 WIB, yang membuatnya begitu spesial adalah semua petugas liturgi mulai dari lektor/lektris, pemazmur, dan paduan suara didominasi oleh anak-anak dari Bina Iman Anak (BIA). Sementara, petugas kolekte dan tata tertib adalah anak-anak yang mendapat beasiswa untuk sekolah dan kuliah melalui program ASAK (Ayo Sekolah Ayo Kuliah). 
Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Aloysius Yus Noron, Pr. selaku Pastor Kepala Paroki St. Matias Rasul dan didampingi oleh Frater Agustinus Ivan dan Frater Yapin Sean yang bertugas untuk asistensi selama Pekan Suci tahun ini.
Bacaan pertama diambil dari Kis 10:34a, 37–43 tentang Petrus yang pergi ke rumah perwira Kornelius dan mewartakan tentang kebangkitan Yesus. Bacaan kedua diambil dari Kol 3:1–4 tentang iman kepada Kristus. 
Dalam perayaan Ekaristi Minggu Paskah, solis juga menyanyikan Sekuensia atau Madah Paskah (Victimae Paschali Laudes) yang dinyanyikan antara bacaan kedua dan Alleluya.
Solis membawakan Mazmur, Sekuensia Paskah, dan Alleluya. (KOMSOS/Andreas Ricky)

Solis membawakan Mazmur, Sekuensia Paskah, dan Alleluya. (KOMSOS/Andreas Ricky)

Bacaan Injil diambil dari Yoh 20:1–9 yang menceritakan tentang Maria Magdalena yang pergi ke kubur Yesus pada pagi hari dan mendapati bahwa batu telah diambil dari kubur. Maria Magdalena langsung memberi tahu Simon Petrus dan murid-murid Yesus yang lain. Setelah itu, mereka bergegas pergi ke kubur Yesus dan mendapati bahwa kubur itu telah kosong.
Sebelum homili, diadakan pembagian bingkisan paskah untuk anak-anak dengan menjawab pertanyaan dari Frater Ivan dan Frater Yapin. Mereka memandu pertanyaan dan memilih anak-anak–baik yang duduk di lantai 1 (satu), balkon, maupun selasar gereja untuk menjawab pertanyaan yang ada.
Pembagian bingkisan paskah yang dapat menjawab pertanyaan. (KOMSOS/Andreas Ricky)

Pembagian bingkisan paskah yang dapat menjawab pertanyaan. (KOMSOS/Andreas Ricky)

Dalam homilinya, Romo Yus menyampaikan bahwa peran seorang ibu begitu penting dalam membangun iman dalam keluarga, seperti Maria Magdalena yang pergi ke kubur Yesus di pagi hari. Romo Yus juga menyoroti peran penting Maria Magdalena untuk segera mewartakan tentang kebangkitan Yesus.
Pembawa persembahan yang mengenakan pakaian adat. (KOMSOS/Ivan Senjaya)

Pembawa persembahan yang mengenakan pakaian adat. (KOMSOS/Ivan Senjaya)

Ketika mendekati akhir misa, lagu-lagu pujian dinyanyikan dengan penuh semangat. Umat yang hadir pun kompak ikut menyanyikan lagu pujian. Selama perayaan, terlihat juga relasi antarumat yang saling mendukung dan berbagi kebahagiaan dalam iman.