cover

Makna Salib Kristus

Beranda

Makna Salib Kristus

Makna Salib Kristus

Malviano Gunawan

21 Mei 2025

Salib terdiri dari dua bilah kayu dengan posisi vertikal dan horizontal yang disatukan menyilang, seperti membentuk tanda tambah (+). Adapun Kristus dipaku pada kayu salib tersebut. Peristiwa Kristus disalib memiliki makna yang sangat dalam.

Makna pertama

Kristus adalah penggenapan dari 10 Perintah Allah pada Loh Batu yang diberikan Allah kepada Bangsa Israel melalui Musa (Keluaran 20:1-17 dan Ulangan 5:6-21) yaitu sebagai berikut:
  • Akulah Tuhan Allahmu, jangan menyembah berhala, berbaktilah kepada-Ku saja, dan cintailah Aku lebih dari segala sesuatu;
  • Jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan tidak hormat;
  • Kuduskanlah hari Tuhan;
  • Hormatilah ayah dan ibumu;
  • Jangan membunuh;
  • Jangan berzinah;
  • Jangan mencuri;
  • Jangan bersaksi dusta tentang sesamamu;
  • Jangan mengingini istri sesamamu;
  • Jangan mengingini milik sesamamu secara tidak adil.
Perintah Allah yang pertama sampai ketiga mengatur hubungan manusia dengan Allah (hubungan ke atas atau vertikal). Perintah Allah yang keempat sampai kesepuluh mengatur hubungan manusia dengan sesama (hubungan ke samping atau horizontal).
Tentang ini, Tuhan Yesus dengan jelas mengajarkannya kepada kita melalui Hukum Kasih (Matius 22:37-40), yaitu “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu” (hubungan vertikal dengan Allah). Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Sementara, hukum kedua yang SAMA DENGAN itu ialah “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (hubungan horizontal dengan sesama).

Makna kedua

Sejak awal penciptaan, Allah sudah mengajarkan bahwa untuk menebus dosa, perlu ada yang dikurbankan. Kurban paling sejati adalah yang berasal dari Allah (Kejadian 3: 21) yakni “Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk istrinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka”.
Kasih Allah sungguh besar kepada Adam dan Hawa, sampai Allah sendiri yang mengurbankan binatang, mengambil kulitnya, dan mengenakannya kepada mereka (Allah memberi kurban sampai tuntas, mengasihi secara proaktif). Inilah makna kedatangan Yesus yang pertama ke dunia, yaitu sebagai korban penghapus dosa yang sejati dari surga. Ia adalah Imam Agung yang memberikan dirinya sendiri sebagai kurban sampai tuntas. Inilah makna yang kedua (Ibrani 9:11-28).

Makna ketiga

Pada kitab Yesaya 59:2 dikatakan bahwa “yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu”. Yesus tahu bahwa Ia harus menjadi perekat untuk kita kembali dengan Allah.
Dengan wafat-Nya, dosa kita dihapuskan dan tidak lagi menjadi pemisah antara kita dengan Allah. Saat Yesus wafat di kayu salib, tabir di bait suci robek terbelah dua dari atas sampai ke bawah (Matius 27:51). Artinya, hubungan manusia dengan Allah sudah tidak dibatasi lagi karena dosa kita sudah dihapuskan oleh darah Kristus. Hubungan kita dengan Bapa sudah dipulihkan.

Makna keempat

Mengenai bagaimana kita membagikan kasih Kristus itu kepada sesama, pada 1 Korintus 13:1-8, Rasul Paulus menjabarkan sifat-sifat kasih. Mari kita berefleksi, apakah kita sudah menjadi orang yang panjang sabar, murah hati, tidak sombong, tidak mencari keuntungan diri sendiri, mau mengampuni, dan sebagainya? Apakah kita ingin dihormati, dihargai, didengarkan, ditolong, dan sebagainya?
Jika kita ingin mendapatkan semua itu dari orang lain, apakah kita sudah berbuat demikian terlebih dulu? Sebagai orang tua, apakah kita sudah mengasihi anak-anak kita? Sebagai anak, apakah kita sudah menghormati orang tua? Dalam hubungan pergaulan dan di masyarakat, apakah kita sudah saling menghargai dan membantu?
Kita mengasihi sesama bukan supaya kita kembali dikasihi (berharap timbal balik). Namun, karena Kristus telah lebih dulu mengasihi, kita harus meneruskan kasih tersebut kepada sesama (diutus untuk berbagi). Hal tersebut karena mengasihi sesama SAMA DENGAN mengasihi Allah. Itulah Hukum Kasih yang diajarkan Tuhan Yesus.
Marilah mengisi hidup kita yang sudah merdeka dari dosa, dengan meneruskan cinta kasih Kristus kepada semua orang di sekitar kita. Selamat Paskah, Tuhan Yesus memberkati.