Sebagai panitia Tahun Yubileum 2025, pilihan paroki jatuh pada Wilayah 4, dimana wilayah kami ini terdiri dari 3 (tiga) lingkungan, yaitu Lingkungan St. Laurensius, Sta. Katarina Siena, dan St. Aloysius Gonzaga. Sofia Junus sebagai Koordinator Wilayah kami mengumumkan hal tersebut pada 15 November 2024.
Perasaan yang ada pada kami hanyalah hal negatif:
- Tugas yang sulit karena kami tidak punya referensi dari kepanitiaan tahun-tahun sebelumnya. Kata gampangnya adalah kami tak punya contekan.
- Waktu kepanitiaan yang lama sekali, selama setahun penuh.
Kami merasa hidup sudah berat dan akan bertambah berat setahun mendatang. Kami tiba-tiba lupa akan Roh Kudus, padahal waktu sudah menjelang Natal.
Pada 24 November 2024, pencerahan hadir ketika kami mendapat pembekalan tentang Tahun Yubileum oleh Romo Yustinus Ardianto dan Romo Bernard di Pusat Pastoral Samadi. Oleh Romo dan timnya, para undangan yang merupakan panitia dari tiap-tiap paroki di Keuskupan Agung Jakarta, diundang untuk masuk dalam satu Whatsapp Group sehingga informasi yang kami terima sama adanya.
Dalam tahap awal ini, kami sebagai panitia Tahun Yubileum 2025 mempunyai tujuan sederhana, yaitu mengantarkan umat paroki sendiri dan paroki lain merasa nyaman dan sukacita dalam mendapatkan rahmat indulgensinya, serta semakin mampu menjadi Peziarah Pengharapan.
Melalui panduan umum dan bantuan dari Romo Yus Noron dan Dewan Pengurus Harian (DPH), selanjutnya kami menyusun berbagai aktivitas sebagai berikut:
1. Ikut serta dalam tim DPH dalam merancang Porta Sancta paroki dan mencetak hiasan Luce and Friends;
2. Mengatur among tamu melalui partisipasi lingkungan dan komunitas paroki;

Keseruan para peziarah di Paroki Kosambi Baru. (Dok. Pribadi) (Megia Susilo)
3. Mendokumentasikan kegiatan ziarah–yang menjadikan kita “kang poto handal”–sejak pendaftaran kedatangan umat melalui tautan Google Form;

Sebagai among tamu, mendokumentasikan peziarah. (Dok. Pribadi) (Megia Susilo)
4. Sakramen rekonsiliasi setiap 30 menit sebelum Misa sore Sabtu dan Minggu;

Sakramen tobat untuk para peziarah Porta Sancta di Paroki Kosambi Baru. (Dok. Pribadi) (Megia Susilo)
5. Misa untuk Umat Berkebutuhan Khusus (UBK) pada bulan Maret, Juli, dan November;

Misa Umat Berkebutuhan Khusus, Sabtu (8/3/2025) di Kapel Yohanes Paulus II, Paroki Kosambi Baru. (Dok. Pribadi) (Megia Susilo)
6. Berkolaborasi dengan tim Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) dan lansia lingkungan untuk mengadakan ziarah dengan bus ke 3 (tiga) dekenat, satu kali setiap bulan dan tanpa biaya yang diperuntukkan umat Kecil, Lemah, Miskin, Tersingkir, dan Difabel (KLMTD);

Ziarah Porta Sancta gratis bagi umat KLMTD menggunakan bus. (Dok. Pribadi) (Megia Susilo)
7. Berkolaborasi dengan tim Sentra Bimbingan Usaha Kecil (SABUK) untuk penyediaan kotak makan, snack, dan merchandise dari tim Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM);
8. Berkolaborasi dengan bidang pelayanan dengan tujuan ikut berpartisipasi dalam aksi sosial untuk umat paroki dan karyawan gereja;
9. Ikut serta dalam pelaksanaan Novena Roh Kudus;
10. Menjual merchandise dengan logo Gereja St. Matias Rasul; dan
11. Bersamaan dengan pembagian amplop Paskah, membagikan suvenir kepada setiap keluarga paroki.
Semoga dengan kegiatan di atas, umat Gereja St. Matias Rasul–bukan hanya panitia Yubileum–dapat ikut berpartisipasi mewujudkan 3 dari 5 Rahmat Indulgensi: melakukan ziarah ke 9 Gereja di 9 Dekenat KAJ, memperluas waktu penerimaan Sakramen Tobat, memberikan perhatian lebih, beramal, dan berbelas kasih kepada yang lemah. Setidaknya, agar orang-orang di sekitar kami, pun diri kami sendiri bisa terus semakin menjadi peziarah berpengharapan.

Para Peziarah Pengharapan yang berdoa di Goa Maria Paroki Kosambi Baru. (Dok. Pribadi) (Megia Susilo)
Dengan menggulirkan aktivitas di atas, ternyata api semangat itu hadir tanpa terasa, menjadikan kami tersadar bahwa Roh Kudus selalu siap menyertai kami. Dengan motto “Jangan lelah bekerja di ladangnya Tuhan”, ini semua memotivasi sekaligus memberi energi lebih bagi kami untuk:
- Berinisiatif, banyak menggali ide yang bisa memberikan pengharapan untuk orang lain, makin mempunyai semangat mencoba hal-hal baik dan tidak takut salah;
- Makin mampu untuk bersabar, rendah hati, sering berdoa, membaca, dan mencari ayat Kitab Suci;
- Makin belajar menghadapi (bukan meninggalkan) suatu masalah sekaligus bertanggung jawab, menjadikan kami mempunyai semangat openness dengan menambah rasa ramah, makin melayani, mau menerima kritik, dan saran. Misalnya, dengan dibukanya Porta Sancta, kita semakin sadar untuk tidak “bolos” menjadi among tamu.
Dengan berjalannya waktu, penunjukan tugas di awal yang semula kami rasakan berat dan negatif sudah hilang, tinggallah energi positif yang tersisa, khususnya bagi kami panitia:
1. Kami berjanji akan selalu ingat bahwa Roh Kudus pasti menyertai, sehingga kami sadar bahwa tugas dalam kepanitiaan itu tidak ada buruknya, justru berbuah baik bagi kita semua;
2. Waktu kepanitiaan yang lama menyadarkan kami bahwa hal ini malah memberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan–perbaikan, mendengarkan masukan dari berbagai pihak (internal paroki, umat luar paroki, atau hasil dari kami berziarah). Romo Gunadi sering mampir dan berbincang-bincang bersama among tamu dan memberikan masukan-masukan tersebut;
3. Kami semakin mau mengenal akan sejarah paroki kami (pembentukan, konsep dari patung-patung yang ada, ruang-ruang dan gedung serbaguna), karena kami siap merespon jika ada umat peziarah dari paroki lain yang bertanya;

Melihat sejarah paroki di Ruang Galeri Santo Matias Rasul, Paroki Kosambi Baru. (Dok. Pribadi) (Megia Susilo)
4. Ikut peduli dengan aktivitas komunitas lain di paroki, sehingga kami bisa mengorelasikan apa yang sudah ada dan belum ada seperti Misa UBK;
5. Kami merasa “worldwide” dan membuat kami menjadi “anak gaul”, karena ada timbal balik ketika berkomunikasi dengan umat dari paroki lain, yaitu saling merasa mendapatkan keluarga baru;
6. Makin menyadarkan, bukan pandangan sempit sebagai tugas wilayah saja, akan tetapi kontribusi seluruh umat Gereja St. Matias Rasul bagi seluruh umat katolik di luar paroki kita.
Penutup dari sharing kami ini, tidak lain adalah apresiasi dan terima kasih:
- Tidak kebetulan romo-romo paroki dan DPH memilih Wilayah 4 sebagai panitia Tahun Yubileum, karena kita semua yakin Roh Kudus yang memampukan.
- Proses dan tugas ini masih terus berlanjut hingga akhir tahun 2025, tetapi berterima kasih di awal akan terasa baik sekali bagi kami untuk para lingkungan dan komunitas yang telah aktif berpartisipasi menjaga Porta Sancta. Kita bersama-sama merasakan bahwa melayani dan berkomunikasi itu menciptakan sukacita untuk berinspirasi terus-menerus.
Ayat emas kami:
“Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan!” (Roma 12:12-13)