Misa Vigili Paskah 2025: Renungan Makna Lain Kebangkitan
Misa Vigili Paskah 2025: Renungan Makna Lain Kebangkitan
Eolia Pratama
21 Mei 2025
Dengan lilin Paskah yang dinyalakan di tengah kegelapan, umat memasuki Liturgi Vigili Paskah—sebuah prosesi yang melambangkan Sang Terang Dunia yang menerangi jalan umat-Nya. Dengan “cahaya Kristus” di tangan, umat diajak untuk semakin mendalami makna perayaan kebangkitan Yesus Kristus.
Sore itu, pukul 18.00 WIB, umat telah memenuhi Gereja Santo Matias Rasul, Paroki Kosambi Baru hingga ke tenda, Ruang Mediatrix, dan Aula Gedung Serbaguna Maria Ratu Rosari.
Beberapa umat bahkan telah datang dua jam lebih awal demi mendapatkan tempat duduk di dalam gedung gereja. Namun, pukul berapa pun mereka tiba, semangat dan antusiasme yang sama terlihat dari seluruh umat untuk merayakan Vigili Paskah pada Sabtu, (19/4/2025).
Perayaan Ekaristi yang terdiri dari Upacara Cahaya, Liturgi Sabda, dan Liturgi Ekaristi, dipimpin oleh Rm. Aloysius Yus Noron, Pr., bersama Frater Agustinus Ivan dan Frater Yapin Sean.
Sebagai puncak dari seluruh rangkaian Pekan Suci, Vigili Paskah dirayakan sebagai simbol kebangkitan Kristus—Sang Terang Dunia. Seruan “Kristus Cahaya Dunia, Syukur kepada Allah” menguatkan iman umat dalam terang kebangkitan-Nya.
Frater Yapin mengangkat Lilin Paskah dalam Ritus Cahaya, salah satu bagian dari Misa Vigili Paskah, Sabtu (19/4/2025). (KOMSOS/Reinaldy Lizar)
Kebangkitan Kristus dimaknai sebagai kemenangan atas dosa dan maut, serta harapan hidup baru bagi umat beriman.
Pujian dan bacaan yang digunakan dalam Perayaan Ekaristi berwarna liturgi putih tersebut semuanya mengisahkan karya keselamatan Allah di tengah umat manusia, bahkan sejak dunia diciptakan. Gereja pun ikut merenungkan karya-karya ajaib Allah bagi umat-Nya.
Dengan latar belakang dekorasi altar bernuansa merah, kuning, oranye, dan hijau, Romo Yus dalam homilinya menyampaikan makna baru dari kebangkitan.
Kebangkitan nyata tidak hanya dimaknai seperti apa yang tertulis dalam Kitab Suci. Namun, kebangkitan juga bisa dirasakan dalam berbagai sektor keimanan dan kehidupan pribadi sehari-hari.
Dalam bacaan Injil, Maria Magdalena dan Maria yang lain diceritakan menemukan kubur Yesus yang telah kosong. Meski begitu, cerita mereka tidak dipercaya begitu saja oleh murid yang lain.
Romo Yus menekankan adanya makna kebangkitan dalam peran kehidupan perempuan: keluarga, karir, sampai pelayanan Gereja. Hal ini membuktikan bahwa makna kebangkitan Yesus tetap begitu relevan dengan kehidupan manusia saat ini.
Uniknya, petugas liturgi yang membawa persembahan juga mengenakan pakaian daerah sebagai lambang akan keberagaman umat Katolik di Indonesia, khususnya di Paroki Kosambi Baru.
Vigili Paskah pada akhirnya dirayakan sebagai undangan ke meja perjamuan Tuhan bagi umat-Nya, sebagai kenangan akan kematian dan kebangkitan Kristus hingga Ia datang kembali. Paduan suara juga turut serta menambah semarak perayaan ini.
Perayaan Ekaristi selesai pada pukul 19.40 WIB dan diakhiri dengan Berkat Penutup Meriah oleh Romo Yus. Bagi umat Paroki Kosambi Baru, Vigili Paskah menjadi pengalaman rohani yang mendalam untuk memperkuat iman dan persatuan dalam Kristus yang bangkit.