cover

Romo Yus dalam Sapaan Paskah dan Tahun Yubileum 2025

ad
ad
ad
ad
ad
ad
ad
ad
ad
ad
Beranda

Romo Yus dalam Sapaan Paskah dan Tahun Yubileum 2025

Romo Yus dalam Sapaan Paskah dan Tahun Yubileum 2025

Romo Aloysius Yus Noron

20 Mei 2025

Tahun 2025 ini kita merayakan Trihari Paskah atau Trihari Suci bersamaan dengan perayaan Tahun Yubileum. Sekilas, kita diajak untuk melihat hubungan lingkaran Paskah dengan Tahun Yubileum ini. 
Kita juga diajak memahami Gereja yang ingin menyampaikan pesan dari Allah. Pesan yang utama dari kedua peristiwa ini adalah pembebasan. Dengan kemurahan-Nya, Allah ingin membahagiakan umat manusia ciptaan-Nya agar terbebas dari dosa dan membahagiakan kita.
Dalam ziarah Porta Sancta ke beberapa gereja, kita semakin mengenal karya Allah dan bertumbuh dalam paroki-paroki yang kita kunjungi. Begitu juga dengan Gereja Katolik di seluruh dunia, kita rasakan adanya Allah yang menyatukan kita umat-Nya dalam satu kesatuan Gereja. 
Dalam Trihari Paskah, kita semakin tahu bahwa iman kita kepada Allah mengalami puncaknya pada perayaan tersebut. Allah membebaskan kita dari perbudakan dosa melalui Yesus Kristus, Sang Juru Selamat.
Ada beberapa upaya agar kita dapat mengalami karya keselamatan Allah ini. Salah satunya adalah penghayatan. Bila kita merayakan Trihari Paskah hanya sebagai kewajiban orang Katolik, arti dan tujuan Trihari Paskah menjadi kabur dan tanpa penghayatan. Oleh sebab itu, perayaan Trihari Paskah itu dapat menjadi semakin berarti bagi iman kita dengan menghayati Allah pemurah–telah membebaskan kita dari dosa-dosa–yang membebaskan kita dari belenggu hidup dan menumbuhkan kepercayaan kita kepada-Nya. 
Perayaan liturgi yaitu misa merupakan ungkapan rasa syukur kita pada Allah atas usaha kita. Itulah puncaknya: bersyukur atas penebusan dan pembebasan Kristus bagi kita.
Untuk para pelayan liturgi seperti imam, prodiakon, misdinar, lektor/lektris, komentator, petugas tata laksana, tata tertib, dan koor, mereka tidak hanya melakukan tugas-tugas biasa, tetapi dengan segala kesungguhannya, mereka menjadi tanda kehadiran Allah yang menyatukan. Begitu juga para pembaca pasio dan pemain tablo yang mengajak kita menghayati kehadiran Allah lewat kesaksian membaca, bernyanyi, dan berakting.  Semua pelayan liturgi ini akan membantu seluruh umat untuk menyaksikan kemuliaan dan kebesaran Allah. Mereka tidak boleh hanya sekedar tampil, tetapi hendaknya membuat seluruh umat bergembira dan sukacita dalam iman yang bertumbuh.
Paskah dan Yubileum adalah dua peristiwa karya keselamatan Allah. Allah tidak membiarkan perjuangan kita berakhir sia-sia. Allah menggembirakan kita semua dan sekaligus bersyukur atas penyelamatan yang sudah dikerjakan oleh Yesus Kristus. 
Mari kita rayakan dengan sukacita dan penuh iman.
Selamat merayakan Paskah.