Misa Kamis Putih yang dilaksanakan pukul 20.30 berlangsung dengan khidmat dan penuh penghayatan. Petugas tata tertib dari Wilayah 5 membantu mengatur jalannya perayaan, sementara koor dari Wilayah 1 mengiringi umat dengan nyanyian yang mendukung suasana liturgi. Sejak awal misa, gereja tampak penuh hingga ke halaman, menunjukkan antusiasme umat untuk mengikuti perayaan yang menandai awal Trihari Suci ini. Misa dipimpin oleh Rm. Patrick Slamet Widodo, Pr., yang mengajak umat memasuki misteri kasih Tuhan melalui perjamuan terakhir.
Set ordinarium yang digunakan adalah Misa Kita II dan dibawakan secara acappella, tanpa iringan organ maupun piano. Hal ini menjadi bagian dari suasana hening yang akan terus dipertahankan hingga Ibadah Jumat Agung. Mazmur yang dinyanyikan adalah “Inilah Tubuh-Ku” (PS 868), dilanjutkan dengan bait pengantar Injil “Terpujilah Kristus Tuhan” (PS 965). Dalam homilinya, Romo juga melibatkan anak-anak dengan mengajukan beberapa pertanyaan. Anak-anak yang dapat menjawab mendapat hadiah kecil, dibantu oleh Frater Bona, sehingga suasana menjadi hangat sekaligus edukatif.
Dalam homilinya, Romo Patrick menekankan pentingnya penghormatan kepada orang tua dan tokoh masyarakat sebagai nilai utama dalam komunitas, terutama dalam kehidupan keluarga dan juga gereja. Penghormatan kepada orang tua dipandang sebagai bentuk cinta dan tanggung jawab pribadi. Upacara sakramen dan pembaharuan janji imam adalah ritual penting untuk memperkuat ikatan komunitas gereja. Tradisi ini berfungsi sebagai pengingat dan penguatan nilai-nilai spiritual dalam hubungan sosial.
Umat yang hadir menerima Komuni dan pemberkatan. (KOMSOS / Bernardus Galuh)
Romo Patrick juga membahas tentang kekhususan ritual pembasuhan kaki sebagai bagian dari ibadah Kamis Putih. Ritual ini menjadi simbol kasih sayang dan tanggung jawab dalam hubungan keluarga.
Salah satu bagian khas Misa Kamis Putih adalah ritus pembasuhan kaki, yang melambangkan kerendahan hati dan perintah Yesus untuk saling melayani. Ritus ini diiringi lagu “Perintah Baru Trimalah” (PS 947) dan “Jika Ada Cinta Kasih, Hadirlah Tuhan” (PS 498/MB 402). Umat diajak merenungkan makna kasih yang diwujudkan dalam tindakan nyata.
Pada liturgi Komuni, dinyanyikan lagu “Remember Me” dalam versi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, serta “Inilah Tubuh dan Darah Tuhan”. Misa Kamis Putih tidak diakhiri dengan berkat penutup, melainkan dilanjutkan dengan pemindahan Sakramen Mahakudus ke tempat perhentian, diiringi lagu “Tantum Ergo Sacramentum”. Perayaan ditutup dengan lagu “Mari Kita Memadahkan”, mengantar umat memasuki suasana hening menuju peringatan Jumat Agung.