Workshop daur ulang sampah yang diselenggarakan pada 14 Maret 2026 di Aula GSG berlangsung dengan penuh antusiasme. Acara dibuka oleh MC dengan doa, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KAJ sebagai bentuk semangat kebersamaan. Hadir sebagai narasumber utama, Rm. Ch. Kristiono Puspo SJ, founder ATMI Recycle Studio, membagikan inspirasi mengenai pengolahan sampah menjadi karya bernilai.
Sambutan pertama disampaikan oleh Pak Koko selaku ketua panitia wilayah 12. MC mengajak umat menyemangati beliau dengan tepuk salut, menciptakan suasana hangat dan penuh energi. Sambutan berikutnya diberikan oleh Dewan Paroki, Pak Hendri Arifin, yang menekankan pentingnya kesadaran ekologis sebagai bagian dari tanggung jawab iman. Setelah itu, peserta diajak mengikuti ice breaking dengan lagu dan gerakan “saya tahu, sadar, siap melakukan” yang membuat suasana semakin cair dan interaktif.
Dalam sesi utama, peserta diperkenalkan pada konsep shrink art dari sampah tutup botol. Sebanyak 3,4 kg atau sekitar 3.400 tutup botol diolah menjadi bahan karya kreatif. Selain itu, ditampilkan pula konsep waste to art dari sampah kabel atau wire yang dilumuri dengan tutup botol hingga menjadi patung artistik. Materi juga membahas SDGs (Sustainable Development Goals) dari PBB, yang terdiri dari 17 tujuan, mulai dari pengentasan kemiskinan hingga kemitraan global. Prinsip ini banyak digunakan perusahaan besar, terutama dalam program CSR, dan relevan dengan gerakan pengelolaan sampah berbasis circular economy.
Peserta juga belajar mengenai waste management, penggunaan mesin pengolah, cara menghitung HPP, hingga membuat produk bernilai jual. Ditekankan pula bahwa alam tidak pernah berniat buruk kepada manusia; bencana terjadi akibat ulah manusia sendiri sehingga lebih tepat disebut sebagai bencana kemanusiaan. Acara ditutup dengan sesi singkat dari subseksi lingkungan hidup yang memaparkan berbagai upaya konkret untuk mendorong pertobatan ekologis di lingkungan paroki.