cover

Liputan Misa Vigili Paskah: Bangkit dengan Sukacita [Bagian 1]

Beranda

Liputan Misa Vigili Paskah: Bangkit dengan Sukacita [Bagian 1]

Liputan Misa Vigili Paskah: Bangkit dengan Sukacita [Bagian 1]

Ivy Ratnacitta

4 Mei 2026

Vigili Paskah yang merupakan hari terakhir dari rangkaian Tri Hari Suci Gereja Katolik tahun ini jatuh pada hari Sabtu, 4 April 2026. Umat di Paroki Kosambi Baru terlihat semakin antusias dibandingkan tahun sebelumnya. 
Misa yang terbagi menjadi dua, pukul 17.00 WIB dan 21.00 WIB, terlihat penuh dihadiri oleh umat sejak dua sampai tiga jam sebelum misa dimulai. Awal misa pada hari Sabtu tersebut dipenuhi dengan kegelapan dan keheningan.

Misa Vigili Paskah, atau dapat disebut juga Misa Sabtu Suci, pertama dibawakan oleh Romo Aloysius Yus Noron, Pr., didampingi oleh Romo Emmanuel Gunadi, Pr., dan Frater Bona. Nuansa misa yang gelap dan hening dimulai dengan Ritus Cahaya dan dilanjutkan dengan Frater menyanyikan maklumat Paskah. 
Ritus Cahaya melambangkan api baru yang hadir menerangi hidup umat manusia, sehingga menjadi salah satu bagian terpenting dalam Misa Vigili Paskah, di mana manusia memperoleh terang dan hidup baru yang didambakan setelah Yesus wafat.
Setelah maklumat Paskah, misa dilanjutkan dengan Liturgi Sabda. Bacaan dibagi menjadi tiga, kemudian dilanjutkan dengan bacaan Epistola dan Injil. Bacaan pertama diambil dari Kitab Kejadian 1:1–2:2 mengenai awal mula Allah menciptakan dunia. 

Setelah itu, diselingi dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan bacaan kedua dari Kitab Keluaran 14:15–15:1 mengenai bangsa Israel yang menyeberangi Laut Merah. Misa dilanjutkan dengan mazmur tanggapan dan doa bersama, kemudian dibacakan bacaan ketiga dari nubuat Yehezkiel 36:16–17a, 18–28 mengenai pemberian hati dan roh yang baru. 
Sama seperti dua bacaan sebelumnya, setelah bacaan selesai dibacakan, Kemuliaan dinyanyikan, dilanjutkan dengan doa bersama dan bacaan Epistola dari Kitab Roma 6:3–11 mengenai kebangkitan melalui pembaptisan. Setelah bacaan Epistola, romo menyanyikan Alleluia dan umat bernyanyi bersama.
Dari bacaan-bacaan yang dibacakan, dapat dilihat bahwa semuanya berawal dari Allah yang menciptakan bumi dan segala isinya, dilanjutkan dengan Allah yang membebaskan bangsa Israel dari Mesir, ketika Musa membelah Laut Merah sehingga bangsa Israel terlepas dari kejaran prajurit Mesir. Karena manusia kembali jatuh dalam dosa, Allah menjanjikan keselamatan melalui air jernih, yaitu pembaptisan, dan Roh Kudus.
ad
ad
ad
ad