Perayaan Misa Minggu Paskah pada pukul 09.00 WIB di Gereja Paroki Kosambi Baru berlangsung dengan suasana yang penuh sukacita. Sejak pagi, umat sudah memadati gereja hingga ke area kapel. Kehadiran umat didominasi oleh keluarga dengan anak-anaknya, namun juga terlihat kaum muda dan lansia yang turut merayakan hari kemenangan ini bersama-sama.
Petugas liturgi pada misa ini berasal dari wilayah 17, sementara koor dibawakan oleh Seraphim Choir. Kehadiran mereka membawa nuansa segar dalam perayaan, terutama melalui nyanyian yang dibawakan dengan penuh semangat dan keceriaan. Misa dipimpin oleh Rm. Patrick Slamet Widodo, Pr. yang sejak awal sudah menciptakan suasana yang hangat dan interaktif dengan umat. Lagu pembuka misa ini adalah “Kristus Bangkit” yang mengawali perayaan minggu keluarga ini dengan penuh semangat. Dalam salah satu momen, Romo mengajak anak-anak untuk menjawab pertanyaan sederhana seputar warna liturgi pada Sabtu Suci. Anak-anak yang berani menjawab diberikan hadiah kecil, sehingga suasana misa terasa lebih hidup dan dekat.
Set ordinarium yang digunakan adalah Misa Kita II. Petugas lektor dan pemazmur juga melibatkan anak-anak, yang menunjukkan keterlibatan mereka dalam perayaan liturgi. Mazmur yang dilantunkan pada hari itu adalah “Ulangan 821”. Setelah bacaan kedua, umat diajak merenungkan makna Paskah melalui nyanyian sekuensia “Victimae Paschali Laudes” dalam versi bahasa Indonesia, yang kemudian dilanjutkan dengan Alleluya 959. Sebelum homili, Romo kembali mengundang anak-anak untuk maju ke depan altar dan membagikan hadiah. Momen ini disambut dengan sangat antusias.
Memasuki homili, Romo Patrick menekankan pentingnya kedekatan dalam keluarga, terutama di tengah kesibukan dan rutinitas sehari-hari. Ia mengajak umat, khususnya para orang tua dan anak-anak, untuk tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga benar-benar meluangkan waktu bersama. Kedekatan dalam keluarga tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui perhatian kecil, kebersamaan sederhana, dan komunikasi yang tulus. Setelah itu, misa dilanjutkan seperti biasa tanpa pembaruan janji baptis dan langsung diikuti doa umat.
Pada saat komuni, umat diiringi dengan lagu “Bernyanyilah dengan Senang”, “Chantez Alleluia”, dan “Biar Anak-anak Datang Kepadaku”. Lagu-lagu tersebut semakin menegaskan suasana sukacita Paskah, sekaligus mengajak keluarga untuk semakin dekat dengan Tuhan. Setelah komuni, terdapat pemberkatan khusus bagi anak-anak.
Misa ditutup dengan lagu “Haec Dies” (PS 520) sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan dalam perayaan hari Paskah. Seluruh rangkaian misa berjalan dengan lancar dan tertib, serta memberikan pengalaman iman yang berkesan bagi umat yang hadir.
Perayaan ini tidak hanya menjadi momen liturgi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempererat kebersamaan antarumat. Kehadiran para keluarga yang aktif dalam berbagai bagian misa menunjukkan bahwa Gereja terus bertumbuh melalui generasi muda. Sukacita yang terasa sepanjang perayaan diharapkan dapat terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud iman akan Kristus yang bangkit.